RSS

Top Artikel Seliante's:

Cari Blog Ini

Nepal, Negeri Seribu Kuil


Senin, 21 Maret 2011. 
Negeri Seribu Kuil. Julukan itu tidak berlebihan diberikan kepada Nepal. Di Lembah Kathmandu—di mana Kathmandu, ibu kota Nepal, berada—saja, setidaknya ada tujuh kompleks besar kuil Hindu atau Buddha berusia ribuan tahun. Dalam setiap kompleks kuil bisa ditemui puluhan atau bahkan ratusan candi, besar maupun kecil, yang dibangun oleh berbagai dinasti monarki yang berbeda yang pernah berkuasa di Nepal. 

Ketujuh kompleks kuil ini seluruhnya masuk situs warisan sejarah yang dilindungi Perserikatan Bangsa–Bangsa (UNESCO World Cultural Heritage Sites). Hebatnya, ketujuh kompleks besar kuil yang seluruhnya berada dalam radius 20 kilometer itu terawat dengan sangat baik dan hingga sekarang masih tetap digunakan sebagai tempat ibadah atau penyelenggaraan upacara atau festival keagamaan oleh masyarakat setempat.

Hal ini setidaknya terlihat dari masih dilestarikan dan dihormatinya kuil Kumarichwok atau Kumari ghar yang merupakan tempat tinggal Dewi Kumari, dewi yang sangat disegani oleh umat Hindu di Nepal.

Keberadaan Kumarichwok dengan Dewi Kumari sebagai wujud reinkarnasi Dewi Durga—yang terus dijaga kesinambungannya melalui sosok–sosok anak gadis yang dipilih dari warga setempat, yang dianggap bisa mewakili kesempurnaan Kumari—dan masih dipeliharanya tradisi keagamaan di kuil–kuil yang ada membuat kawasan Lembah Kathmandu berbeda dengan kuil–kuil Hindu atau Buddha di negara lain.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Patong Beach, Thailand



Senin, 21 Maret 2011.
Kali ini perjalalan yang kulakukan tanpa rencana matang. Karena setelah lelah rapat-rapat yang kulakukan di Kuala Lumpur Malaysia, secara tak sengaja kulihat brosur menarik tentang Phuket Island yang terletak di Thailand. Melihat gambar pantainya yang bersih dan indah tergelitik aku ingin mengunjunginya. Hingga dengan agak tak sabar kudatangi travel agen dihotel tempat aku menginap dan kucari informasi tambahan tentang Phuket Island.
 
Penerbangan yang hanya menyita waktu 1,5 jam tak terasa karena kesibukanku membaca buklet promosi dari Phuket Island. Begitu menjejakkan kaki di Phuket,langsung saja kucari travel agen yang menjual voucher hotel. Melihat brossur hotelnya aku tertarik mengambil hotel yang ditawarkan dengan harga relatif murah dan nampak mengasyikkan untuk ditinggali, karena bentuk kamarnya yang luas dan kolam renang lebar nampak apik dan menjanjikan kesegaran usai berenang.

Langsung kuambil voucher tersebut, dengan taxi aku meluncur ke hotel yang kutuju dibilangan Sainamyem Road. Begitu meletakkan koper langsung saja kucari taksi untuk menuju ke Patong Beach. Ternyata Taksi yang tersedia hanya dari Bandara ke hotel tempat tujuan dan langsung balik lagi ke bandara. Transportasi yang ada hanyalah Tuk-Tuk yang kalau di Jakarta disebut angkot.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Tembok Intramuros, Philipina

Minggu, 20 Maret 2011.
Tembok identik dengan keterbatasan. Apa-apa yang ditembok memisahkan dalam dan luar. Dan keterpisahan ini kerap dilandasi keinginan mempertahankan diri, mempertahankan kemurnian, menjaga suatu keutuhan untuk melanggengkan diri. Begitulah ketika berada di atas tembok Intramuros di Manila. Tembok tebal membatasi bagian dalam kota tua yang intinya adalah budaya penjajah Spanyol. Di luar sana, orang kepulauan yang tidak beda dengan tetangganya di Indonesia. Tembok begitu kokoh hingga terasa kekuatannya dalam membatasi percampuran.
Dekat dengan tepi laut, benteng tua Spanyol berdiri kokoh. Tidak lagi dikelilingi kebun kelapa, tetapi sudah lapangan golf dan jalan raya dengan empat jalur. Kini pun ia tidak lagi membatasi antara penjajah Spanyol dan bangsa yang serumpun dengan orang Manado, Bugis, Jawa dan Batak.

Tembok tebal Intramuros ternyata gagal menghentikan sinkretis budaya. Pintu-pintu benteng telah terbuka. Menyusup masuk keluwesan Melayu dalam kakunya para Conquistador. Memang bukan hanya pintu gerbang saja yang pernah terbuka dan tidak terjaga. Ketika dunianya orang Barat berperang pada pertengahan abad ke-20, kawasan Intramuros luluh lantak.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...