RSS

Top Artikel Seliante's:

Cari Blog Ini

Tampilkan postingan dengan label Culturina. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Culturina. Tampilkan semua postingan

Kamus Alas (4), Anggota Badan

Bahasa sebagai pengantar dalam berkomunikasi sangat beragam, lain daerah lain pula bahasanya. Kotacane salah satu kota di Provinsi Aceh, Indonesia. Memiliki beberapa bahasa pengantar tujuan masyarakat dalam berinteraksi. Namun, secara umum dan aslinya bahasa yang digunakan adalah Bahasa Alas. Bahasa Alas sendiri diambil dari nama suku asli yang berdomisili di wilayah ini.

Pada postingan kali ini, Anda dapat mengetahui sebutan untuk nama anggota badan dan tubuh dalam Bahasa Alas yang sering kita temukan dalam kehidupan sehari-hari.

Daftar nama-nama ini mungkin belum lengkap atawa belum tentu benar, mohon untuk koreksi dan saran. Berikut nama anggota badan dan tubuh dalam bahasa alas beserta arti katanya:

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Kamus Alas (3), Panggilan dalam Bersapa

Hidup dalam suatu komunitas masyarakat, setiap individu tak luput dari interaksi. Baik pada keluarga sendiri seperti anak, bapak dan anggota keluarga lainnya, ataupun sesama tetangga di sekitaran rumah sendiri.

Dalam berkomunikasi, tutur sapa terhadap sesama anggota masyarakat sangat penting. Namun, dalam bertutur sapa juga ada adab yang mesti kita ikuti. Sangat tidak sopan bila dalam bersapa dengan orang yang lebih tua sembari menyebut namanya. Jadi pada postingan kali ini, Anda dapat mengetahui sebutan atau panggilan kepada orang di sekitar Anda dalam bersapa. Dan tentunya sebutan tersebut diungkapkan dalam Bahasa Alas dalam keseharian.

Daftar nama-nama ini mungkin belum lengkap atawa belum tentu benar dalam penulisan, mohon untuk koreksi dan saran. Berikut sapaan dalam bertutur kata dalam bahasa alas beserta arti katanya:

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Kamus Alas (2), Nama Buah-buahan

Bahasa sebagai pengantar dalam berkomunikasi sangat beragam, lain daerah lain pula bahasanya. Kotacane salah satu kota di Provinsi Aceh, memiliki beberapa bahasa pengantar tujuan masyarakat dalam berinteraksi. Namun, secara umum dan aslinya bahasa yang digunakan adalah Bahasa Alas. Bahasa Alas sendiri diambil dari nama suku asli yang berdomisili di wilayah ini.

Pada postingan kali ini, Anda dapat mengetahui sebutan untuk nama tumbuhan atau buah-buahan dalam Bahasa Alas yang sering kita temukan dalam kehidupan sehari-hari.

Daftar nama-nama ini mungkin belum lengkap atawa belum tentu benar penulisannya, mohon untuk koreksi dan saran. Berikut nama buah-buahan dan tumbuhan dalam bahasa alas beserta arti katanya:

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Keindahan Danau Lau Kawar di Gunung Leuser

Danau Lau Kawar di Desa Kuta Gugung, Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Karo, Sumatera Utara, adalah satu dari dua danau di Kawasan Ekosistem Leuser (KEL), selain Danau Marpunge di Kutacane, Aceh tenggara.

Danau ini terletak di kaki Gunung Sinabung Tanah Karo, sekitar 50 km dari kota Medan.
Dibandingkan dengan luas Danau Toba yang mencapai 1.265 kilometer persegi, luas Danau Lau Kawar yang hanya 200 hektar memang tak ada apa-apanya. Tetapi, Lau Kawar sebenarnya memiliki pesona tersendiri yang tidak kalah indahnya dibandingkan dengan Toba yang sudah mendunia.

Air danau yang bening dan tenang, serta udara yang sejuk, adalah sambutan pertama saat mencapai danau ini. Keindahan akan kian terasa saat berdiri di tepi danau. Selain air jernih dan tenang, rimbunan pepohonan mengelilingi danau ini adalah pesona tersendiri. Di tengah gencarnya pembabatan liar, ternyata masih ada hutan yang relatif lestari.
Danau ini merupakan salah satu pintu gerbang utama para pendaki untuk mencapai puncak Gunung Sinabung yang memiliki ketinggian 2.451 meter dpl. Selama ini gunung tertinggi di Sumut ini merupakan salah satu gunung favorit bagi para pendaki.

Di samping itu, Deleng (bukit) Lancuk yang berada di sekitar Danau Lau Kawar bisa juga menjadi jalur tracking yang menawan bagi para pelancong yang tak ingin bersusah-susah mendaki Sinabung. Dan tanah lapang di sekitar danau bisa menjadi tempat favorit untuk menginap dengan mendirikan tenda selama pendakian ke Gunung Sinabung.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Eksotis Wisata Bahari Wakatobi

Pariwisata bahari adalah aktivitas wisata yang telah lama dikembangkan di Kepulauan Wakatobi, yang didukung dengan keberadaan Taman Laut Nasional Kepulauan Wakatobi. Keunggulan aset wisata ini, tak lain karena hamparan karang yang sangat luas disepanjang perairan dengan topografi bawah laut yang kompleks seperti bentuk slope, flat, drop-off, atoll dan underwater cave dengan biota laut yang beraneka ragam.

Kedalaman airnya bervariasi bagian terdalam mencapai 1.044 meter dengan dasar perairan berpasir dan berkarang, wilayah tersebut memiliki potensi yang cukup penting terutama keberadaan terumbu karang dan berbagai jenis biota laut yang beraneka ragam dengan nilai estetika dan konservasi yang tinggi.

Secara spesifik taman laut kepulauan Wakatobi memiliki ±25 buah gugusan terumbu karang dengan 750 species yang dikelilingi total 600 km2, serta obek wisata pantai yang sangat potensial untuk dikelola, tersebar diseluruh wilayah Wakatobi. Berdasarkan potensi tersebut, menjadikan kawasan ini sangat comportable untuk aktivitas wisata selam seperti surfing dan snorkeling, serta wisata memancing. Sehingga salah seorang jurnalis selam asing bernama Jacques Costeau menggelari Wakatobi sebagai tempat penyeleman terindah di dunia (Wakatobi is the finest diving site in the world).

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Menikmati Aneka Kuliner Indo di Ring Road Medan

Medan memang sudah terkenal sebagai salah satu kota “surga makanan”. Varian makanan yang ditawarkan sangat beragam dan harganya juga terjangkau jika dibandingkan kota-kota lain di Indonesia. Hamper semua jenis makanab tersedia di sini, dari masakan yang pedas, Oriental food sampai Western food juga ada.

Sejumlah sentra kuliner juga terpapar di berbagai ruas kota dari daerah pinggiran sampai inti kota. Sebut saja Merdeka Walk, Pagaruyung, Warkop Sudirman, Durian Peringgan, Kawasan Jalan Semarang – Selat Panjang, Jalan Puri, Kawasan Dr. Mansyur, Boulevard Kompleks Cemara Asri, bika ambon Jalan Majapahit… dan kini trend konsentrasi kuliner baru sudah semakin menjamur di kawasan Ring Road Medan (terutama jalur lingkar dari perempatan kawasan Setia Budi, (Tanjung Sari – ujung Jalan Ngumban Surbakti) – Jalan Melintang, Jalan Gagak Hitam (Sei Sikambing) sampai menuju Jalan Asrama, Helvetia.

Kala sore mulai menjelang, sentra kuliner Ring Road mulai berdenyut dengan pedagang jajanan kaki lima seperti kelapa muda, jagung bakar, dan bakso yang menyiapkan lapaknya masing-masing. Kala senja tiba di bawah temaram keemasan merkuri yang menggoda, denyut kuliner itu pun semakin kencang.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Kamus ALAS (1), Nama Hewan Versi Seliante’sBlog


Lain lubuk lain ikannya. Pepatah lama yang mempunyai makna yang sangat luas. Bahasa sebagai pengantar dalam berkomunikasi sangat beragam, lain daerah lain pula bahasanya. Kotacane salah satu kota di Provinsi Aceh, memiliki beberapa bahasa pengantar tujuan masyarakat dalam berinteraksi. Namun, secara umum dan aslinya bahasa yang digunakan adalah Bahasa Alas. Bahasa Alas sendiri diambil dari nama suku asli yang berdomisili di wilayah ini.

Berikut ini daftar nama binatang atau hewan dalam Bahasa Alas, baik hewan mamalia, reptil, serangga, ikan, burung, dan sebagainya yang sering kita lihat dalam kehidupan keseharian. Pada tulisan ini nama hewan atau binatang yang tidak dituliskan berarti sama penyebutannya dengan bahasa Indonesia dalam kehidupan sehari.

Daftar nama-nama ini tentu masih jauh dari lengkap dan belum tentu benar, penulis hanya orang biasa yang mencoba membantu Anda yang perlu referensi nama-nama hewan atau binatang baik hewan lokal yang terdapat di wilayah nusantara maupun yang berada di dunia internasional. Berikut nama hewan dan binatang dalam bahasa alas beserta arti katanya:

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Menapaki Legenda Malin Kundang Di Padang

Pantai Aia Manih menjadi lokasi wisata favorit yang ada di Padang. Legenda Malin Kundang akan menyapa pelancong saat menginjaki kaki di pasir berwarna coklat keputihan. Seonggok batu dan relief cerita Malin Kundang menghiasi kawasan wisata pantai yang dipadati pengunjung di waktu liburan. Konon kabarnya, batu besar tersebut merupakan kapal besar dan jasad Malin Kundang yang terdampar. Menurut legenda rakyat, Malin Kundang dan kapalnya dikutuk menjadi batu karena kedurhakaannya pada orang tua.

Pantai landai nan luas di Pantai Aia Manih memberikan lokasi bermain bagi para pengunjung. Bahkan di saat pasang surut, pengunjung bisa melihat biota laut yang menyembul ke permukaan. Dengan berjalan kaki, Anda pun bisa menuju Pulau Pisang Kecil yang berada tak jauh dari tepian Pantai Aia Manih. Pulau yang tak begitu luas tersebut, bisa dijadikan tempat peristirahatan sejenak sambil menikmati bekal makanan yang telah dipersiapkan.

Pulau Pisang Kecil dihiasi dengan pohon Jambu Kaliang yang bisa dinikmati para pengunjung dengan gratis. Tapi ingat, jangan terlalu lama menikmati suasana di pulau tersebut. Karena, berselang beberapa jam, air pasang akan berangsur-angsur naik seperti sediakala sehingga akses menuju Pulau Pisang Kecil tidak dapat ditempuh dengan berjalan kaki.

Tak jarang, kalangan muda di Kota Padang juga memanfaatkan Pantai Aia Manih sebagai tempat perkemahan. Debur ombak bergulung di daerah tersebut juga dimanfaatkan para peselancar untuk berselancar. Akses menuju kawasan wisata Pantai Aia Manih dapat dituju dari beberapa arah. Pantai yang terletak di Kecamatan Padang Selatan tersebut, bisa ditempuh dengan perjalanan darat sekitar 30 menit dari pusat kota.

Dari kawasan Gunung Padang pun, para wisatawan dapat menempuh Pantai Aia Manih dengan berjalan kaki. Jalur tersebut cukup melelahkan tapi memberikan pengalaman berpetualang yang menyenangkan. Sejumlah penginapan (homestay) bisa ditemui di Pantai Aia Manih jika Anda ingin menghabiskan malam di kawasan wisata tersebut. Mengenai harga, konon kabarnya tidak terlalu mahal karena dikelola masyarakat setempat.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Wisata Sumur Dewa yang Tak Pernah Kering

Sejak lampau Sumur Dewa di manfaatkan oleh masyarakat Bakit sebagai tempat mencuci, mandi dan air minum. Sumur ini sudah ada sejak dahulu. Mulanya sumur ini timbul dipepasiran di bawah pepohonan pinggir pantai. Bakit berada di Kecamatan Jebus Kabupaten Bangka Barat. Menurut cerita sumur ini tak pernah mengalami kering walau musim kemarau berkepanjangan. Dan juga sumur ini tidak pernah meluap atau penuh walau musim hujan. Uniknya sumur ini juga walau terisi air laut rasa dan isi tetap tawar dan tidak kotor. Kedalamannya dari dulu hingga sekarang tetap +/- 30 cm.

Dulu sumur ini hanya satu, namun sekarangi menjadi dua. masyarakat sengaja membuat satu sumur lagi supaya bisa terpenuhi untuk kebutuhan masyarakat. Adanya sumur ini tidak menimbulkan perpecahan antara masyarakat Melayu dan Tionghoa. Mereka sama-sama memanfaatkan sumur Dewa  tersebut.

Sumur Dewa disebut juga Sumur Kanjim artina 'tujuh dewa' atau juga disebut 'bintang tujuh'. Dewa tersebut sering menggunakan sumur ini pada waktu fajar dan sore hari. Sampai sekarang juga masih sering terdengar bunyi-bunyian orang mandi.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Pesona Alami di Tengah Kota Jakarta

KOTA megapapolitan Jakarta memang banyak menawarkan tujuan pelesiran bagi warganya. Di tengah deretan mal dan hiruk pikuknya aktivitas warganya, Jakarta masih memiliki sebuah lokasi yang dapat dijadikan alternatif wisata untuk lebih mengenal alam dan lingkungan Jakarta yaitu Suaka Margasatwa Muara Angke.

Suaka Margasatwa Muara Angke adalah sebuah kawasan konservasi di wilayah hutan bakau (mangrove) di pesisir utara Jakarta. Berada di atas lahan seluas 25,02 hektare, Anda dapat mengenal lebih banyak aneka jenis tumbuhan dan satwa langka.

Kawasan ini pertama kali ditetapkan sebagai cagar alam merujuk Keputusan Gubernur Hindia Belanda Nomor 24 tanggal 18 Juni 1939 seluas 15,4 hektare, hingga akhirnya berubah menjadi Suaka Margasatwa berdasarkan SK Menteri Kehutanan dan Perkebunan No.755/Kpts-II/98 dengan luas 25,02 hektare.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Kutacane, sebagai Tujuan Wisata.

Kutacane-Aceh
Kamis, 24 Maret 2011.  
Kutacane adalah ibukota kabupaten Aceh Tenggara yang terletak di Provinsi Aceh, Indonesia. Kutacane merupakan pusat informasi wisata bagi seluruh wisatawan yang berkunjung. Pusat kota berada di kecamatan Babussalam dengan jarak tempuh dari kota Medan Sumatera Utara sekitar 240 km, dan dari kota Banda aceh sekitar 850 km. Perjalanan ke Kutacane dapat ditempuh melalui jalur darat dan jalur udara.

Keindahan Alamnya menjadi pesona tersendiri bagi para penkmatnya. Daerah pegunungan dan langit terlihat tanpa batas memberikan pemandangan yang sangat eksotisme. Di sini, Anda dapat menyaksikan bagaimana awan dan gunung menjadi suatu kesatuan yang memperlihatkan harmoni alam yang menggambarkan betapa indahnya lukisan tangan Sang Pencipta.

Fatamorgana alam tersebut menjadi daya tarik bagi wisatawan yang datang berkunjung. Awan putih yang mengelilingi pegunungan bagaikan mahkota salju yang menghiasi dataran hijau yang membentang. Selain keindahan pengunungan Kutacane, di daerah pedalaman Aceh Tenggara terlihat juga keindahan aliran air jernih yang sangat deras di antara pepohonan dan rerumputan hijau. 

Aliran air dan pepohonan di sekitarnya membuat sejenak kita melupakan kepenatan dan kebisingan hiruk pikuk kota besar, karena Anda dapat mendengarkan riakan suara airnya yang menggelitik dan kicauan burung saling bersambutan di telinga dan indahnya pepohonan dan rerumputan hijau yang alami di daerah tersebut. Benar-benar pemandangan yang indah!

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Wisata Arung Jeram di Sungai Alas, Kutacane

Sungai Alas
Kamis, 24 Maret 2011. 
Potensi Alam yang mempesona dari keindahan gunung leuser merupakan salah satu tujuan wisata local dan asing di Kota bagian Tenggara Aceh ini. Kutacane merupakan sebuah kota di bawah kaki jajaran bukit barisan. Kota yang mirip dengan kuali ini kaya dengan potensi alam sebagai pengembangan tujuan wisata di Indonesia.

Salah satunya adalah wisata arung jeram. Wisata arung jeram di sungai Alas merupakan salah satu tujuan wisata yang menjadi prioritas dalam pengembangan wisata oleh Pemda setempat. Aliran sungai atau kali alas yang bersumber dari gunung leuser menawarkan dan memberikan tantangan tersendiri bagi para penikmatnya.

Arus yang deras dapat menjadi penguji nyali dan menumbuhkan sifat keberanian bagi diri kita.. “Di obyek wisata Ketambe akan dikembangkan wisata air arung jeram, karena dikelilingi Gunung Leuser dan sudah mendunia”. Kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Aceh Tenggara, Muchtar Adjis.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Candi Tikus, Pembawa Air Suci

Rabu, 23 Maret 2011. 
Masih dalam lanjutan cerita saya jalan jalan di Negeri Sang Penakluk. Kurang lebih 500 meter ke arah tenggara dari Candi Bajangratu, kita akan menemui Candi Tikus.  Sejak ditemukan pertama kalinya pada tahun 1914, kemudian sampai dilakukan pemugaran sekitar tahun 1983 - 1986, candi Tikus secara administratif terletak di dukuh Dinuk, Desa Temon, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, Indonesia, telah banyak mengundang perhatian para pakar sejarah kuno dan arkeologi untuk menentukan makna dan fungsi dari bangunan itu, baik dari segi arsitektural maupun ditinjau dari segi religius.

Konon, nama Candi Tikus diberikan lantaran ketika dilakukan pembongkaran pada tahun 1914, oleh Bupati Mojokerto R.A.A Kromojoyo Adinegoro, disekitar candi itu pernah menjadi sarang tikus, dan hama tikus ini menyerang desa disekitarnya, setelah dilakukan pengejaran kawanan tikus itu selalu masuk ke gundukan tanah, yang setelah dibongkar ditemukan sebuah bangunan terbuat dari bahan bata merah dan denah persegi empat dengan ukuran 29,5 m x 28,25 m.

Mengutip dari buku karangan Drs I.G. Bagus L Arnawa, secara pasti tidak diketahui kapan candi Tikus ini didirikan karena tidak ada sumber sejarah yang memberitakan tentang pendirian candi ini. Dalam kitab Nagarakertagama yang ditulis oleh Prapanca pada tahun 1365 M (yang telah diakui oleh para pakar sebagai suatu sumber sejarah yang cukup lengkap memuat tentang kerajaan Majapahit, khususnya pada masa pemerintahan raja Hayam Wuruk), tidak disebutkan tentang eksistensi candi ini.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Menyapa Malin Kundang di Pantai Air Manis

Rabu, 23 Maret 2011. 
Jika ditanyakan pada generasi 90an ke atas, mitos Malin Kundang begitu melekat terkait dua frase “Anak Durhaka”. Seorang putra yang dikutuk ibunya menjadi batu karena tidak mengakui ibunya lagi setelah sukses pulang dari negeri rantau. Tapi cukup menakjubkan jika sisa-sisa kisah sarat nilai moral tersebut terekam nyata di sebuah pantai di daerah tempat kisah ini berlangsung, Sumatera Barat Indonesia.

Pantai Air Manis, namanya. Di tepi pantai inilah terdapat onggokan batu yang dipercaya sebagai wujud Malin Kundang dan seluruh perangkat kapalnya yang pastinya sudah menjadi batu. Batu Malin dalam posisi bersimpuh sedangkan perangkat kapalnya terserak di sekitarnya.

Setiap pengunjung yang datang ke Pantai Air Manis, kawasan batu Malin Kundang menjadi tempat pertama yang disambangi. Mereka berpose dan mengambil gambar terbaik di depan batu Malin Kundang.

Namun demikian, keindahan ombak yang bergulung-gulung namun tidak terlalu tinggi serta pemandangan Gunung Padang membuat Pantai Air Manis menjadi pelengkap kesan pesona Pantai Air Manis bagi masyarakat Sumatera Barat ataupun para wisatawan dari luar. Ombak yang bergulung-gulung di tepi pantai seolah-olah menjadi saksi bisu kisah Malin Kundang beratus tahun sebelumnya.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Vancouver, Terasa Berada di Asia

Rabu, 23 Maret 2011. 
Pernah berkunjung ke wilayah Amerika Utara namun seolah merasa berada di daratan Asia? Itulah yang saya rasakan ketika pertamakali menginjakkan kaki di Vancouver, sebuah kota wisata di pantai barat Kanada.

Tempat ini adalah sebuah melting pot berbagai ras dan suku bangsa dari berbagai pelosok dunia. Keindahan alam, iklim yang tidak terlalu dingin, serta keramahan penduduknya, menjadikan Vancouver sebagai tempat yang menyenangkan untuk dikunjungi. PBB pun tak ketinggalan pernah menobatkannya sebagai kota terbaik untuk ditinggali di dunia.

Seperti mayoritas negara-negara maju lainnya, perhatian pemerintah terhadap kelestarian lingkungan kota patut diacungi jempol. Penghijauan dapat disaksikan hampir di seluruh kota. Vancouver boleh berbangga memiliki sebuah taman seluas 400 hektar yang berfungsi sebagai paru-paru kota. Stanley Park, demikian sebutannya, merupakan tempat favorit bagi penduduk kota dan wisatawan untuk berolahraga dan berekreasi secara cuma-cuma.

Terkadang kota ini mengingatkan saya pada Bogor karena curah hujannya yang cukup tinggi, membuat Vancouver nyaris hijau sepanjang tahun. Pada musim semi, cherry blossom serta bunga tulip yang mekar di taman-taman kota dan rumah-rumah penduduk menambah semarak keindahan kota.

Namun rasanya waktu yang paling tepat mengunjungi Vancouver adalah pada saat musim panas, sekitar bulan Juni hingga Agustus, ketika curah hujan tidak terlalu tinggi.

Tak hanya indah, Vancouver juga menawarkan hidangan lezat dari berbagai negara dengan harga yang relatif terjangkau. Bagi penggemar makanan Asia, pilihan terbentang luas dari dim sum China, pho Viet Nam, sate ayam Indonesia, teh tarik Malaysia, kue bibingka Filipina, papaya pok pok Thailand, donburi Jepang, bibimbab Korea, samosa India, bahkan momo (sejenis dumpling) Tibet, disamping tentu saja makanan dari Eropa, Amerika Selatan, dan Timur Tengah.

Di Vancouver pula pertamakali saya mencicipi makanan Afrika yang pedas berbumbu mirip masakan India, dengan makanan pembuka berupa singkong goreng yang gurih dan renyah.

Vancouver memiliki Chinatown yang tercatat sebagai kampung China ketiga terbesar di wilayah Amerika Utara, setelah San Fransisco dan New York City. Di sini bisa ditemukan berbagai bahan makanan yang tak selalu dapat ditemukan di supermarket biasa, seperti sea cucumber (timun laut), ubur-ubur, maupun century egg yang sesuai dengan namanya terlihat seperti telur bebek berusia seratus tahun, berwarna coklat gelap akibat proses penggaraman.

Selama di Vancouver, ada sebuah restoran yang selalu saya kunjungi berkali-kali tanpa pernah merasa bosan. Restoran Hon’s terletak di Robson Street, pusat keramaian di downtown Vancouver. Walau bukan merupakan upscale restaurant, namun Hon’s selalu ramai oleh pengunjung hingga tutup pukul sepuluh malam. Menu favorit saya adalah nasi goreng yang dicampur dengan potongan kecil ikan asin dan ayam.

Rasanya? Enak sekali. Saking sukanya dengan nasi goreng itu saya berusaha beberapa kali membujuk pelayan, bahkan manajer restoran untuk memberitahu resepnya, yang tentu saja segera mereka jawab dengan tawa disertai ucapan: it’s a secret! Memang kemudian saya berusaha membuat sendiri nasi goreng ikan asin ala Hon’s tersebut, namun hingga kini tak juga dapat menyamai kelezatannya.

Untuk urusan yang manis-manis, saya tidak melewatkan toko es krim yang cukup banyak tersebar di kota ini. Pilihan saya jatuh pada La Casa Gelato yang memiliki lebih dari 200 rasa es krim, mulai dari rasa tradisional seperti coklat, vanila, cappuccino, teh hijau, hingga rasa yang tak pernah terpikirkan sebelumnya seperti jalapeno, jahe, taro, bawang putih, jamur porcini, dan kari yang di lidah terasa seperti mencicipi kari daging sapi.

Makanan khas Kanada sendiri? Yang pasti saya tak lupa menyantap steak di Keg Steakhouse and Bar yang kondang itu. Saya juga tak mau ketinggalan mencoba ikan salmon, salah satu hasil alam utama Kanada. Harganya memang cukup mahal dibandingkan jenis makanan lainnya, terutama jenis sockeye, namun saya beruntung ketika seorang ibu asal Indonesia yang terkenal kreatif, menyajikan gulai ikan salmon sebagai menu makan siang yang luar biasa nikmatnya. Untuk oleh-oleh, jangan lupa membawa smoked salmon (salmon asap) yang telah dikemas sedemikian rupa sehingga aman dibawa dalam perjalanan dan awet hingga lima tahun jika kemasannya tidak rusak.

Terbukti bahwa keanekaragaman makanan di Vancouver berbanding lurus dengan penduduknya. Namun bagi saya, hal terpenting yang menambah kelezatan makanan itu adalah perpaduan keindahan alam dan keramahan penduduknya. sumber : ed-kompas

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Empat Alasan Pria Takut Menikah

Rabu, 23 Maret 2011. 
Kaum pria mengaku sangat mencintai pasangannya dan ingin menghabiskan seluruh hidup dengannya. Namun jika berbicara soal pernikahan mereka beralasan belum siap. Alhasil, banyak kaum wanita yang mengeluh.  Berikut beberapa alasan pria takut menikah:

1. Mereka takut menjadi terikat pada apa pun.
Pria mencintai kebebasan mereka yang telah mereka nikmati sejak kecil. Seorang wanita di dalam kehidupan merekalah yang sudah menciptakan batas. Jika berselingkuh adalah komitmen, pernikahan adalah mengikat dan memiliki aturan. Perkawinan adalah komitmen seumur hidup dan laki-laki biasanya tidak ingin merencanakan masa depan mereka. Ini yang pria pikirkan.

2. Mereka takut tanggungjawab.
Alasan kedua mengapa pria tidak ingin menikah adalah karena mereka takut bertanggung jawab. Perkawinan dalam masyarakat manapun adalah tanggung jawab yang lebih besar untuk pria. Keluarga dan istrinya bergantung padanya. Bahkan jika istrinya bekerja, ia masih memiliki tanggung jawab yang lebih besar terhadap keluarga. Pria takut gagal dalam perkawinan.

3. Wanita bisa kompromi dalam ruang pribadi mereka, tapi pria tidak akan pernah. Mereka mencintai ruang mereka, yang mungkin diterobos setelah menikah. Jadi, untuk menjaga ruang, pria tidak ingin menikah.

4.Pria selalu bingung antara karir dan keluarga.
Menurut mereka pernikahan membuatnya lebih sulit untuk menyeimbangkan karir dengan kehidupan pribadi. Khususnya ketika laki-laki dalam pekerjaan dengan profil tinggi, mereka tidak mau kompromi dengan keberhasilan mereka dan mengalihkan perhatian mereka untuk komitmen perkawinan.

Perdebatan antara pria dan wanita selalu tentang siapa yang lebih baik, tetapi pada akhirnya mereka harus menghabiskan hidup bersama. Pria dan wanita akhirnya jatuh cinta dengan perbedaan mereka tetapi apakah perbedaan dan tuntutan bisa menimbulkan masalah di masa depan Ini adalah pertanyaan besar yang membuat seorang pria tidak ingin menikah.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...